Maraknya Investasi Illegal dalam industri Direct selling, yuk jadi konsumen yang lebih smart

Dihari ketiga ini APLI – Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia yang megadakan APLI Convention 2020 dengan talkshow bertajuk Maraknya Investasi Ilegal dalam Industri Direct Selling. 

Sejak dahulu direct selling memang menjadi daya tarik yang sangat besar untuk mencari tambahan ataupun penghasilan. Terutama di masa pandemic dimana banyak sekali yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Ada yang jadi reseller produk yang sudah punya nama, dan ga sedikit yang terjun di industri Direct Selling sebagai distributor, member ataupun konsultan MLM. 

Sebelum menggeluti usaha Direct Selling, yuk kenali dan pahami dulu jangan sampai tertipu investasi illegal nih. Dari ribuan perusahaan MLM dari dalam negeri maupun luar negeri ga semua terdaftar di APLI. Sebagai organisasi independent yang merupakan wadah tempat berhimpunnya para perusahaan penjualan langsung Direct Selling ataupun MLM, APLI tak hanya menjadi narasumber, APLI membuka secara transparan daftar perusahaan-perusahaan yang murni menjalankan Direct Selling.  

APLI memang sangat ketat dalam merekrut anggotanya. APLI akan meneliti dengan cermat profile calon anggotanya. APLI mewajibkan calon anggotanya harus memiliki nomor registrasi dari BPOM.

Asalkan dokumennya lengkap, ga ada yang susah untuk menjadi anggota APLI. Karena tujuannya kan baik, supaya anggotanya bersih dari motif terselubung perusahaan yang hanya berkedok Direct Selling/MLM tapi ternyata menjalankan praktik money game atau investasi bodong.

Disinilah peran APLI untuk mengedukasi masyarakat supaya ga tertipu investasi ilegal. Menurut pak Djoko Komara – Dewan Komisioner APLI, orang yang ketiban apes di investasi ilegal itu luar biasa beratnya. Masalahnya, umumnya korban baru melapor ke pihak berwajib kalau mengalami kerugian. Kalau masih ada untung biarpun kecil enggan lapor. Serba salah kan?

Dalam Talkshow hari ke tiga, hadir U. Mulyaharja, SH., MH., SE., MKn., CLA. – selaku Head of Legal Consultant APLI dan AKBP Juliarman EP. Pasaribu, S.Sos., SIK. dari NCB Interpol Indonesia Divhubinter POLRI yang mengisahkan pengalaman mereka selaku penegak hukum terkait investasi ilegal. Didampingi Roys Tanani – Dewan Komisaris APLI dan masih dimoderatori SEKJEN APLI Ina Rachman.

Sebagai praktisi hukum yang juga menjabat sebagai Head of Legal Consultant APLI, Mulyaharja meyebutkan contoh kasus yang dapat dijadikan patokan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan investasi ilegal dalam industri Direct Selling. Kasus tersebut adalah Wondermind. Kenapa? Karena kasus ini adalah kasus pertama yang sukses menjerat pelakunya dengan dua pasal Undang-undang, salah satunya adalah pasal baru.

Diakui Mulyaharja dan Juliarman kasus Wondermind sangat kompleks. Apalagi saat itu, ketika kasus ini terungkap tahun 2016 belum ada pasal yang dapat menjerat owner dan belum ada jurisprudensi yang dapat dijadikan acuan untuk menjerat pelakunya. 

Oh iya kejadiannya kan ada di Papua sehingga mereka sempat mengalami kendala ketika mengirim berkas ke Jakarta. Untuk itu mereka terus melakukan komunikasi intens selama tiga bulan untuk meyakinkan jaksa. Takutnya kalau salah menerapkan pasal akan berimplikasi pada pasal dan tuntutan dan vonis akhir. Miris kan kalau kenyataannya masih banyak pelaku investasi ilegal yang lenggang kangkung seperti bos Memiles tadi. 

Dari keterbatasan komunikasi dan informasi tersebut kemudian tim penyidik bertemu dengan pak Joko Komara untuk mendiskusikan sarana hukum dan berupaya maksimal mengungkap sampai ke akarnya. Hasilnya, berkat bantuan pak Joko Komara sebagai saksi ahli, hakim menyatakan pelaku Wondermind terbukti melanggar pasal 105 UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan primer pasal 3 UU No 10 tahun 2008 tentang pencucian uang.

Sebelum memutuskan resmi bergabung menjadi anggota (mitra usaha) sebuah perusahaan selidikilah dulu dengan hati-hati. Jangan mau terbujuk kalimat yang mengesankan – ayo masuk deh sekarang – ini mengesankan kalau yang masuk belakangan ga dapat apa-apa. Untuk rujukan terpercaya mencari informasi perusahaan yang murni menjalankan Direct Selling teman-teman silakan kunjungi website APLI untuk informasi lebih lanjut. 

Untuk masyarakat yang telah merasa dirugikan jangan ragu melaporkan ke pihak berwajib. Sebaiknya pilih bergabung menjadi mitra usaha atau berbelanja pada perusahaan yang telah terdaftar sebagai anggota APLI seperti NuSkin, Oriflame, Amway, dan Jafra dan yang lainnya. Agar lebih jelas keabsahan dan keamannya, jangan sampai terjerumus ke investasi abal-abal atau illegal yang malah membuat rugi.

One Comment Add yours

  1. Dhimas says:

    Harus berhati2 ya dalam berbisnis sekarang karena banyak sekali yang ilegal

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s