Pentingya Halal pada produk dan sertifikasi syariah pada industri direct selling

Menurut kalian penting ga sih logo halal pada produk yang akan kalian konsumsi? halal produk terutama seperti makanan olahan, bahkan beberapa makeup dan pakaian ada logo halal. Jika buah-buahan atau sayuran tentu tidak diperlukan logo halal bukan? Karena sudah mutlak dan pasti kehalalanya, mana ada buah yang haram kan..



Dalam industri obat dan makanan yang kini menjadi pangsa pasar yang menjanjikan. ada produsen yang sengaja menggunakan label atau kata halal pada produk yang dijual padahal itu hanya sebagai marketing gimmick aja. Apalagi untuk produk-produk yang dalam hukum Islam tidak disyaratkan mengenai kehalalannya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi BPOM dalam pengawasannya. 

Dalam APLI Takshow hari ke-2, Selasa, 9 Desember 2020, membahas akan hal ini pentingnya Halal dan sertifikasi syariah dalam industry direct selling.

Oleh moderator Ina Rachman, hadir narsum kompeten di bidangnya yaitu : 

– Dr. Moch. Bukhori Muslim, LC., MA. (Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN-MUI)

– Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes (Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI)

– Bpk. Koen Verheyen (Dewan Komisioner APLI) 

Strategi kebijakan yang dilakukan BPOM dalam pengawalan produk dimulai sejak dari pre market hingga post market. Dari sinilah BPOM akan menilai isi, kualitas dan kegunaan produk dari uji klinis hingga terbit ijin edar. L kemudian dilakukanlah sampling pengujian. Peran BPOM juga rupanya sangat penting atas pengendalian PTM dan stunting dengan pengawalan pangan fortisifikasi.

BPOM sudah mencantumkan informasi nilai gizi di kemasan produk agar mudah dibaca dan sekarang ini layanan BPOM pun 90% sudah digitalisasi. Bisa juga Tanya ke HALO BPOM di 150033. 

BPOM dalam Direct Selling 

Dalam industri Direct Selling BPOM memiliki ketentuan pengawasan sbb : 

1. Produk harus memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. 

2. Peredaran obat dan makanan wajib memiliki izin edar dari BPOM

3. Pengawasan post market produk meliputi pengawasan peredaran produk termasuk iklan dan promosi baik di media koran, televisi, website, sosial media, billboard hingga SPG (Sales Promotion Girl) dalam promosi tatap muka langsung dengan calon konsumennya. 

4. Produk mengikuti ketentuan pencantuman logo halal pada label.

Dalam pengawasan kehalalan produk BPOM menentukan kebijakan pengawasan sejak dari pre market hingga post market. Persis sama dengan pengawasan obat dan makanan biasa. 

Jadi bila industri Direct Selling sudah memiliki izin pencatuman label halal pada pangan dari MUI, maka selanjutnya BPOM akan melakukan pengawasan label produk yang disetujui MUI itu apakah mencantumkan logo halal pada label produk atau tidak. 

Berikut yang patut kita waspadai pada Direct Selling ataupun menjadi konsumen :

1. menggunakan logo, baik logo halal atau ISO padahal belum mendapat ijin resmi atau masih on progress.

2. Produknya tidak sesuai. Yang didaftarkan produk B tapi dicantumkannya di produk C, ataupun menyelundukan produk yang belum BPOM, bpom hanya merilis registrasi per item bukan merk. Jadi bisa jadi produk B sudah keluar izin edar sedang yang C sampai E belum. 

3. Menggunakan Nomor Ijin Edar produk lain. Nah ini yang harus diwaspadai dan sering terjadi, menggunakan registrasi nomor untuk produk lain, padahal produk yang tersebut belum BPOM.

4. Overklaim, yaitu terlalu hiperbola dan melebih lebihkan, ini juga banyak sekali terjadi. Misalnya pada produk yang mengatasi penuaan, dapat mengatasi kanker, dapat membuat jaduh lebih muda 20 tahun dan sebagainya ini yang tidak boleh maupun dalam hal promosi.

menurut amanat UU no.33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal nantinya sektor-sektor halal berikut akan lebih dikembangkan :  halal food, halal finance,  muslim friendly tourism, medical care, halal spa, halal Mall, halal restaurant 


pak Buchori berpesan jangan percaya gitu aja kalau ada perusahaan MLM yang bilang produknya syariah, cek dahulu kebenarannya. Karena tidak mudah mendapatkan sertifikasi nya : 

1. Harus mendapat pengesahan dan pengawasan dari Dewan Syariah Nasional MUI; 

2. orientasi bisnis perusahaan adalah jual beli produk bukan merekrut anggota seperti illegal investasi pada money game

3. akadnya sesuai syariah, jelas dan terbebas dari maysir, gharar, riba dan dzulm. 

4. Menjunjung etika dalam bisnis MLM. Jangan mendiskreditkan produk lain ataupun memaksa bergabung menjadi member.

Nah sekarang udah serba mudah untuk mengecek sertifikasi resmi aman dan halalnya suatu produk, yuk cari tahu jangan sampai tertipu dan tidak sadar apa yang kita konsumsi ataupun kita jalankan dalam bisnis.

One Comment Add yours

  1. Dhimas says:

    Sangat penting ya halal itu untuk barang2 yang di konsumsi setiap hari

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s